"Tidak ada jalan keluar untukmu!" teriak salah satu murid, sebelum mereka mulai menyerang secara bersamaan.

Sepuluh bola api besar meluncur ke arah Lynx dari berbagai sudut, masing-masing dengan presisi tinggi untuk menghindari titik buta. Namun, tepat sebelum api itu mengenainya—

Swish!

Lynx melangkah ke samping dengan gerakan yang hampir tidak terlihat. Seakan-akan ia menghilang dan muncul kembali di posisi yang sedikit berbeda, tepat di celah kecil di antara serangan mereka. Bola-bola api menghantam tanah dengan keras, tetapi Lynx tetap tidak tersentuh.

"Apa?!" salah satu murid terkejut.

Lynx tersenyum kecil. "Gerakan kalian terlalu kaku."

Murid-murid itu menggertakkan gigi mereka dan segera mengubah pola serangan. Kali ini, mereka menyatukan Qi mereka dalam pola yang lebih kompleks, menciptakan semburan api berbentuk naga yang melesat ke arah Lynx dengan kecepatan tinggi.

Namun, Lynx hanya sedikit menggerakkan tubuhnya, memutar dengan tenang di tempat.

Tep!

Ia menjejak tanah dengan lembut, dan seketika itu juga, energi di sekelilingnya berubah.

Braak!

Tanpa mereka sadari, pola aliran Qi mereka terganggu. Formasi yang semula stabil mulai bergetar, dan nyala api yang mereka kendalikan kehilangan bentuknya, seakan dihancurkan oleh keberadaan Lynx yang berada di tengah mereka.

"Bagaimana mungkin?!" Deng Wei berteriak.

Lynx menepuk pundak salah satu murid terdekat dengan ringan.

Tak!

Qi gadis itu langsung buyar, menyebabkan dua murid lainnya kehilangan keseimbangan formasi.

"Dia... Dia merusak formasi kita dengan hanya satu sentuhan?!" seorang murid berteriak panik.

Lynx kemudian menggeser langkahnya sedikit, dan kali ini, ia dengan cepat menepuk tiga titik berbeda di antara murid-murid yang mengelilinginya.

Tep! Tep! Tep!

Dalam sekejap, formasi mereka benar-benar hancur. Murid-murid itu terhuyung ke belakang, sebagian bahkan jatuh ke tanah karena kehilangan keseimbangan.

"Tidak mungkin...!" Deng Wei mundur selangkah, matanya melebar.

Lynx menghela napas pelan, lalu berbalik menghadap Deng Wei. "Aku sudah cukup bersabar. Apakah aku masih harus membuktikan diri, atau kau akhirnya bisa mengerti bahwa aku bukan musuh?"

Para murid yang tersisa tidak bisa berkata-kata. Mereka baru saja melihat seseorang menghancurkan Formasi Api Nirwana, sesuatu yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh seorang Master Foundation tingkat tinggi.

Deng Wei menggertakkan giginya, tetapi sebelum ia bisa memberi perintah lain—

Tap. Tap. Tap.

Langkah kaki ringan terdengar dari arah gerbang utama. Aura kuat menyelimuti udara, membawa tekanan yang langsung membuat para murid yang masih berdiri bergetar. Seorang wanita paruh baya dengan jubah putih berbordir emas melangkah masuk. Rambutnya disanggul rapi, dan matanya memancarkan ketegasan seorang ahli sejati.

“Guru Yuan!” seru salah satu murid dengan hormat.

Deng Wei langsung bersujud. “Guru! Orang ini datang untuk mengacau di Sekte Api Langit! Dia menyerang kami tanpa alasan dan menghancurkan Formasi Api Nirwana dengan mudah! Saya curiga dia memiliki niat jahat terhadap sekte kita!”

Murid-murid lain yang masih terengah-engah akibat pertarungan pun mengangguk setuju. Mereka memang tidak tahu siapa Lynx, tetapi jika seseorang bisa menghancurkan formasi mereka semudah itu, bukankah dia memang berbahaya?

Yuan Hui mengerutkan kening. “Menghancurkan Formasi Api Nirwana? Dengan mudah?” Matanya yang tajam beralih pada Lynx, menilai sosok pemuda yang berdiri santai seakan tak terpengaruh dengan situasi di sekelilingnya."Forging Qi tingkat dua? Apakah dia menyembunyikan kemampuannya? Tidak mungkin dengan ranahnya, mampu membuat para murid kesulitan." batinnya.

Merasa pemuda dihadapannya terkesan misterius, aura Grandmaster Bumi langsung menyelimuti area tersebut. Tekanan luar biasa seketika melumpuhkan para murid di sekelilingnya, membuat beberapa dari mereka jatuh berlutut karena tidak mampu menahan tekanan.

Lynx mengangkat alis. “Oh? Seorang Grandmaster Bumi?”

Yuan Hui mendengus. “Siapapun yang berani mengacau di Sekte Api Langit tidak akan dibiarkan begitu saja!”

Ia mengangkat tangannya, bersiap menyerang. Api berwarna merah keemasan mulai berputar di sekitar tubuhnya, menandakan bahwa ia benar-benar serius. Yuan Hui berniat melumpuhkan pemuda didepannya terlebih dahulu lalu menginterogasi untuk mengetahui tujuan sebenarnya datang ke sekte Api Langit.

Namun sebelum ia bisa melancarkan serangan—

“Tunggu, Guru!”

Sebuah suara mendadak terdengar, memotong momentum. Seorang gadis berambut hitam panjang berlari mendekat. Ia mengenakan jubah yang sama dengan para murid lain. Saat sedang berjalan-jalan selesai berlatih, Li Wei mendengar suara tanda bahaya. Dengan segera dia bergerak kearah sumber suara dan melihat gurunya sedang menghadapi seorang pemuda. Segera Li Wei mengenalinya, sosok pemuda yang diam-diam berada di hatinya.

Guru Yuan menoleh. “Li Wei?”

Li Wei bergegas berdiri di antara Lynx dan gurunya, wajahnya sedikit pucat karena terburu-buru. “Guru, tolong hentikan! Ini kesalahpahaman!”

Deng Wei menatap Li Wei dengan bingung. “Kesalahpahaman? Apa maksudmu?”

Li Wei menghela napas, lalu menoleh ke arah Lynx. Matanya berbinar saat mengenali sosok itu. “Aku tahu siapa dia! Dia bukan musuh! Dia Xiao Ling, orang yang sudah menyelamatkan kota Huoling dan menyembuhkan penyakit kakakku.”

Semua murid yang ada di sekitar terkejut, termasuk Guru Yuan. “Xiao Ling?” ulangnya, ekspresinya sedikit berubah."Kamu benar mengenalinya?"

Li Wei mengangguk cepat. “Benar! Dia adalah orang yang menjadi tamu kehormatan di keluarga kami dan harus kami perlakukan dengan baik!”

Suasana mendadak sunyi. Murid-murid yang tadinya siap menyerang mulai saling pandang dengan bingung. Bahkan Deng Wei yang awalnya penuh percaya diri kini menelan ludah, wajahnya memucat.

Guru Yuan menatap Lynx dengan pandangan penuh evaluasi. Qi yang menyelimuti tubuhnya perlahan mereda. “Benarkah itu?” tanyanya dengan nada yang lebih tenang.

Lynx tersenyum tipis, memasukkan tangannya ke dalam saku. “Kalau aku bilang ya, apakah itu cukup?”

Li Wei buru-buru menambahkan, “Aku bisa bersumpah! Jika dia adalah musuh, aku siap menerima hukumannya!”

Guru Yuan diam sejenak sebelum akhirnya menghela napas, meredakan auranya sepenuhnya. “Jika yang kau katakan benar, maka kita memang telah melakukan kesalahan besar. Namun tidak seharusnya juga dia membuat kekacauan di tempat ini.”

Murid-murid yang sebelumnya bersiap tempur mulai menundukkan kepala, sadar bahwa mereka telah bertindak gegabah.

Lynx terkekeh pelan. “Aku tidak ingin membuat masalah, tetapi ada yang memaksaku. Jadi, masih ada yang ingin menyerangku?” tanyanya santai.

Deng Wei mengepalkan tangannya, wajahnya merah padam, tetapi kali ini ia tidak berani membuka mulut lagi.

"Baiklah, hal tersebut tidak perlu kita bahas lagi. Apa tujuan kedatanganmu ke Sekte Api Langit?" tanya Guru Yuan, suaranya dalam dan penuh wibawa.

Lynx menatap langsung ke arah wanita itu sebelum menjawab dengan tenang, "Aku datang untuk menemui Ling Mei."

Sejenak, ekspresi Guru Yuan berubah. Matanya menyipit, dan wajahnya menegang sesaat sebelum kembali tenang. Namun, perubahan itu cukup untuk membuat Lynx curiga.

Li Wei, yang berdiri di samping gurunya, awalnya tampak senang. "Kalau begitu, Guru pasti mengizinkan, kan? Ling Mei pasti senang bertemu dengannya!" ujarnya penuh keyakinan.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Wajah Guru Yuan menjadi lebih serius. Dengan suara yang lebih tegas, ia berkata, "Ling Mei sedang dalam latihan tertutup. Tidak ada seorang pun yang boleh menemuinya."

Li Wei terkejut, ekspresinya berubah bingung. "Tapi, Guru..."

"Tidak ada tapi," potong Guru Yuan. "Anak muda, sebaiknya kau pergi. Ini bukan waktu yang tepat bagimu untuk berada di sini."

Lynx menatapnya dengan tajam, menyadari ada sesuatu yang disembunyikan. Namun, ia juga tahu bahwa memaksa hanya akan memperburuk keadaan. Setelah menghela napas, ia akhirnya mengangguk.

"Baiklah. Aku tidak ingin membuat masalah untuk Ling Mei."

Li Wei tampak ragu sejenak, lalu mendekati Lynx dan berbisik, "Jangan khawatir. Aku akan memberitahu Ling Mei bahwa kau datang. Dia pasti ingin tahu."

Lynx menatap Li Wei dan mengangguk kecil sebelum berbalik pergi. Meskipun ia meninggalkan gerbang Sekte Api Langit, pikirannya masih dipenuhi tanda tanya. "Apa yang sebenarnya terjadi pada Ling Mei?Kenapa ekspresi guru tersebut terlihat sangat mencurigakan. Aku harus menyelidiknya."

Sambil berjalan menuruni jalur berbatu yang mengarah keluar dari sekte, Lynx mulai menyusun strategi. Jika ada sesuatu yang disembunyikan oleh Guru Yuan, ia harus mencari cara untuk mengetahuinya—tanpa menimbulkan kecurigaan.

